Muhammadkan Hamba ya Rabbi
muhammadkan hamba ya rabbi di setiap tarikan napas dan langkah kaki tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi di ufuk jauh kerinduan hamba muhammad berdiri muhammadkan ya rabbi hamba yang hina dina seperti siang malammu yang patuh dan setia seperti bumi dan matahari yang bekerja sama menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama mengawali perjuangan untuk menjadi mulia ya rabbi engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba dengan perahu di padang pasir yang mensamudera hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata sesudah berulangkali bangun dan terbanting merenungi dan mencarilah hamba sebagai ibrahim menatapi laut, bulan, bintang dan matahari sampai gamblang bagi hamba allah yang sejati jadilah hamba pemuda pengangkat kapak menghancurkan berhala sampai luluh lantak hamba lawan jika pun fir’aun sepuluh jumlahnya karena api sejuk membungkus badan hamba kemudian ya rabbi engkau ajarkan hal kedewasaan yakni penyembelihan dan kurban, pasrah dan keikhlasan tatkala dengan hati pedih pedang hamba ayunkan sukma hamba memasuki ismail yang menelentang ismail hamba membisikkan firmanmu ya rabbi bahwa dewasa tidaklah ditandai kegagahan diri melainkan rela menyaring dan menyeleksi agar secara jernih berkenalan dengan yang inti di saat meng-ismail itu betapa jiwa hamba gemetar ego pribadi adalah musuh yang teramat tegar jika di hadapanmu masih ada sejumput saja pamrih maka leher hamba sendiri yang bakal tersembelih dan memang kepala hamba tanggal berulangkali di medan peperangan modern ini ya rabbi hambalah kambing di jalanan peradaban ini darah mengucur, daging hamba dijadikan kenduri tulus hati dan istiqamah ismail ya rabbi betapa sering lenyap dari gairah perjuangan ini keberanian untuk bersetia kepada kehendakmu di hadapan musuh gugur satu demi satu maka hambamu yang dungu belajar menjadi musa meniti kembali setiap hakikat alif-ba-ta belajar berkata-kata, belajar merumuskan cara harun hamba membantu mengungkapkannya musa hamba membukakan universitas cakrawala setiap gejala dan segala warna zaman hamba baca dengan seribu buku dan seribu perdebatan hamba tuntaskan makna kebangkitan tongkat hamba angkat dan tegakkan ya rabbi memusnahkan iklan-iklan takhayul fir’aun yang keji ular klenik pembangunan, sihir gaya kebudayaan karena telah hamba genggam yang bernama kebenaran ya rabbi alangkah agung segala ciptaan ini kebenaran belaka membuat hidup kering dan sepi maka engkau jadikan hamba isa yang lembut wajahnya dengan mata sayu namun bercahaya, mengajarkan cinta isa hamba sedemikian runduknya kepada dunia segala tutur kata dan perilakunya kelembutan belaka sehingga murid-murid hamba dan anak turunnya terkesima tenggelam mesra dalam isa hamba yang disangka tuhannya ya rabbi haruslah berlangsung keseimbangan antara cinta dengan kebenaran haruslah ada tuntunan pengelolaan atas segala ilmu dan nilai yang engkau anugerahkan karena itu muhammadkan hamba ya rabbi bukakan pintu kesempurnaan yang sejati pamungkas segala pengetahuan hidup dan hati suci perangkum bangunan keselamatan para rasul dan nambi muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan agar tak menangis dalam keyatimpiatuan agar tak mengutuk meski batu dan benci ditimpakan agar sesudah hijrah hamba memperoleh kemenangan muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan hamba agar kehidupan hamba jauh melampaui usia hamba agar kematian tak menghentikan perjuangan agar setiap langkah mengantarkan rahmat bagi alam muhammadkan hamba ya rabbi muhammadkan di rumah, di tempat kerja serta di perjalanan agar setiap ucapan, keputusan dan gerakan menjadi ayatmu yang indah dan menaburkan keindahan takkan ada lagi sosok pribadi seanggun ia dipahami ataupun disalahpahami oleh manusia kalau tak sanggup kaki hamba menapaki jejaknya penyesalan hamba akan tak terbandingkan oleh apa pun saja para malaikat sedemikian hormat dan segan kepadanya bagai dedaunan yang menunduk kepada keluasan semesta para nabi berbaris menegakkan sembahyang engkau perkenankan ia berdiri menjadi imam ya rabbi muhammadkan hamba, muhammadkan hamba perdengarkan tangis bayi padang pasir di kelahiran hamba alirkan darah al-amin di sekujur badan hamba sarungkan tameng al-ma’shum di gerak perjuangan hamba kalungkan kebenjian abu jahal di leher hamba sandingkan keteduhan abu thalib di kaki dukalara hamba payungkan awan cintamu di bawah terik politik durjana usapkan tangan sejuk khadijah pada kening derita hamba kirimlah jibril mencuci hati muhammad hamba lahirkan kembali wahyumu di detak gemetar jantung hamba dan kucuran darah luka muhammad oleh pedang kaum pendusta hadiahkan kepada hamba rasa sakitnya ya rabbi ya rabbi muhammadkan hamba bersujud dan tafakkur di gua hira’ jiwa hamba berkeliling ke rumah tetangga, negeri dan dunia menjajakan cahaya 29032008.txt.ean.
Ini adalah kiah nyata dan telah diceritakan dalam QS.Yusuf.12:25 yang menggambarkan watak asli seorang perempuan. Ketika itu Zulaikha, sedang mengundang teman-temannya untuk jamuan makan malam. Tapi sebenarnya bukan itu sih tujuan utamanya. Sebetulnya Zulaikha sedang ingin manunjukkan, memperlihatkan Yusuf a.s. yang begitu rupawan. Tidak mudah bagi Zulaikha untuk meyakinkan teman-temannya kalo di dunia tu ada manusia yang ”ganteng soro” bernama Yusuf (Kalo di jaman sekarang nih mirip-mirip dikit ama bankroma gitu..!!) Rasa penasaran sudah menggelayut dalam benak temen-temen Zulaikha... ”mana ada sih, katanya ada manusia ganteng soro yang menjadi pelayan Zulaikha?!!”, ada pula temannya Zulaikha yang menimpali : ”...iya sih, masa hari gini ada yang lebih cakep dari bankroma....?” ”He’eh ...nih...jangan-jangan Zulaikha bo’ongan kalee...., kayak singkong diragi, tape dee..hh..!!” ”Oke temen-temen, bentar lagi aku panggilin Yusuf, kalian tenang aja”, jawab Zulaikha Saat itu telah disediakan berbagai macam jamuan makan ala Mesir campur Arab oleh Zulaikha. Dan masing-masing temen Zulaikha mengupas buah Apel, yang menjadi menu utama sambil melanjutkan gosip-gosipnya yang gak mutu.. ”Yusuf, Suf,.....Ucuu..uup, come here please”, panggil Zulaikha. Kemudian Yusuf dating dengan segenap pesona dan ke-”ganteng soro”-annya dengan pandangan tertunduk, sementara teman-teman Zulaikha begitu terpesona melihat sekilas wajah Yusuf, hingga tanpa terasa mereka serentak mengucapkan : “Wow…keree..en…!!!” dengan tatapan penuh kegairahan ….”aa..kh…, busyee..tt”, mereka terlalu terlena dengan paras tampannya Yusuf sehingga gak kerasa yang mereka kupas adalah tangan mereka sendiri, bukannya Apel, …. ………………………………………………….. ……………………………. …………… Sebetulnya apa sih yang ada di pikiran wanita wanita ketika melihat sesosok manusia tampan, hingga suatu ketika pun aku selalu berusaha mencari-cari cara agar kejadian Yusuf tidak terulang lagi padaku. Masih inget kan cerita lanjutannya kalo Yusuf dikejar-kejar penuh nafsu, dan itupun dilakukan oleh seorang Wanita, hingga robeklah baju bagian belakang Yusuf……………. ……………. Wahai wanita, jagalah nafsu kalian, jagalah pandangan kalian, jagalah aurat kalian, suara kalian, desahan kalian, …. janganlah engkau memaksa kami untuk menuruti hawa nafsumu ……….., kami hanyalah manusia laki-laki yang lemah dan tiada berdaya………………….. hingga akhirnya aku pun lupa………......... gimana sih cara mengupas Apel yang baek dan benar…….!!! 180108surabayatxtbybankroma08175022498
Aaa..khiirr..nyaa...kumenemukanmu...(naff mode ON) Uang 5 lima ribu, di dompet bawah pantatmu.... Sebagai tanda kasih & persahabatanmu padku... Karna kubutuh uang itu... Untuk menyambung hidupku dengan sebungkus pecel dan kopi susu... Serta satu batang Dji Sam Soe.... Aku memelas padamu Di malam itu...
Kuberharap padamu... Janganlah ditagih dulu....
surabaya050108txtbybankroma
Syahadat Cinta ....................... ............................... ....................................... Syahadat, Bahasa sederhananya adalah menyaksikan, atau mengakui Apakah saya bisa disebut mengakui presiden Sby kalo saya gak mengakui ibunya Sby atau anaknya Sby. Kalo saya mengakui Sby maka saya juga harus mengakui semua unsur hidupnya Sby. Kalo saya mengakui Allah, Asyhaduallaa ilaaha illallah, saya harus mengakui daun sebagai makhluk ciptaan-Nya, maka saya harus cinta dan berlaku baik kepada daun. Saya harus mengakui cacing, saya harus mengakui ekologi, ekosistem, kosmologi, saya harus mengakui semuanya. Saya tidak boleh ambil hak orang lain, saya tidak boleh memperlakukan isi bumi seenak saya, merusak alam, karena saya bersyahadat. Sekarang betapa banyak orang bersyahadat namun sebetulnya menyakiti pihak yang disyahadati yakni Allah SWT. Saya disuruh untuk saling mengenal, saling berbagi kasih sayang, menebarkan cinta, perdamaian, namun pada kenyataanya saya sering menebarkan benci, permusuhan, bahkan kedengkian. Saya sering mengusik orang lain, membuat kecewa, dan marah. Saya mengaku bersyahadat padahal hakikatnya tidak. Betapa gampang saya meremehkan-Nya, mengabaikan perintah-Nya. Oh...., betapa saya harus belajar syahadat lagi............ ......................................... ............................ .............. Cinta ..................... ............................. ..................................... Betapa, sulit saya memahaminya dengan kata-kata Namun saya bisa merasakan kehadiarannya dengan sederhana dan alakadarnya. Saya rasakan hadirnya semenjak kubuka mata, kulihat embun pagi yang bersahaja, kuhirup udara pagi yang berhembus mesra sebelum cahaya,......(Letto mode ON), aku memahami cinta melalui belaian seorang ibu kepada anaknya, cinta Muhammad SAW yang selalu menangisi derita ummatnya hingga akhir hayatnya, bahkan saya harus memahami cinta seekor kecoak yang melindungi cucu-cucunya. Tapi betapa gampangnya saya melupakan dan mengabaikan cinta-Nya padahal Ia ciptakan saya, hidupkan saya, merawat saya dengan sepenuh cinta-Nya, sebelum saya pahami cinta itu sendiri dengan sempurna. Ia penuhi aku dengan cinta-Nya sebelum aku memintanya. Ternyata memahami cinta tidak sederhana ........................................ Oh....., betapa saya harus belajar cinta lagi............ ........................................... ......................... ............ sby020108.21.15txtfromeannbankroma08175022498
JANGAN PERNAH MENCINTAI SESEORANG KARENA...
? Jangan pernah mencintai seseorang karena dia cantik ! = sebab jika ia tidak cantik lagi engkau akan meninggalkannya. ? Jangan pernah pula mencintai seseorang karena ia tampan ! = karena engkau pasti pergi disaat ia tidak tampan lagi. ? Jangan pernah mencintai seseorang karena ia baik ! = karena jika kamu tahu keburukannya kamu akan pergi darinya. ? Jangan pernah sekalipun kau mencintai seseorang karena kasihan ! = karena tidak selamanya dia dapat dikasihani. ? jangan pernah membenci seseorang ! = karena engkau pasti akan memikirkannya. ? Jangan pernah mencintai seseorang yang hanya memperhatikanmu ! = karena ia tidak peduli dengan keluarga dan masa depanmu. ? Jangan pernah mencintai seseorang karena dia hebat ! = karena akan mudah meninggalkannya disaat dirinya payah. ? Jangan pernah mencintai seseorang karena ia selalu bersa mamu ! = akan sangat sedih jika saat ia tidak bersamamu ia mencintai orang lain. ? jangan pernah mencintai seseorang hanya karena ia bilang suka padamu ! = karena ada kesempatan untuknya untuk tidak menyukaimu lagi. ? jangan pernah mencintai seseorang hanya karena ia bilang sayang padamu ! = sudah seharusnya manusia hidup saling menyayangi. Lagi pula siapa yang tahu esok dia tidak sayang lagi padamu. ? jangan cinta kepada seseorang karena ia selalu memujimu! = karena engkau akan sangat membencinya disaat ia menghinamu. ? Jangan pernah mencintai seseorang hanya karena kau kesepian ! = karena ia tidak berarti lagi bila kau mempunyai teman baru. ? Jangan penah mengacuhkan orang yang mencintaimu ! = meskipun kau tidak mencintainya, kamu sangat berarti baginya. ? Jangan pernah melupakan cinta di sekelilingmu ! = meskipun tersenyum, sebenarnya ia sedih kehilanganmu. ? Jangan kau anggap ang in lalu orang yang memperhatikanmu hidupmu! = meskipun tidak mengatakan yang sejujurnya,sesungguhnya dia cinta padamu. ? Jangan mencintai seseorang karena kemegahannya ! = karena disaat ia jatuh terpuruk, ia tidak ada artinya lagi bagimu. ? Jangan mudah berkata cinta kepada seseorang ! = hidup itu kejam bahkan mencintai tak harus memiliki. ? Jangan pernah mencintai seseorang karena ia memberikan janji ! = apa kamu lupa dia juga seorang manusia.
(ditulis oleh: seseorang yang tidak kukenal, he..he.. ngopy dari komputer tetangga)
sby020108.21.15txtfromeannbankroma08175022498
Islam itu adalah.... Bila sebuah batu tergeletak dijalan Dan ia membahayakan pemakai jalan Anda memungutnya, dan mencari seseorang untuk membahas Apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat. Itulah Islam Islam adalah untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah Untuk mengagumi gunung dan laut yang luas, Atau sekedar untuk menyiram tanaman, Untuk berenang dalam air sambil bersyukur kepada Allah Atau untuk menghirup udara dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah Islam adalah, Bila ada satu mahkluk sedang kelaparan Walau ia hanya seekor anjing Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri Maka Anda lalu belajar untuk merasakan lapar, Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar Islam adalah, Ketika seseorang merasa haus Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda Anda merasakan kehausannya Dan berbagi air anda dengannya Islam adalah, Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan dan merasa sendirian Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya Islam adalah, Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda Dan memuji dengan bijak Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya Islam adalah, Komunitas yang berdamai dengan alam, Sungai dan hutan, air dan daratan, gunung dan lautan Yang mereka cintai seolah-olah istri-istri mereka sendiri Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta Islam adalah, Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri, Saling menyayangi, bekerjasama dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain, Islam adalah, Keadaan dimana si kuat memahami pentingnya si lemah Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya. Salam berarti perdamaian Islam berarti upaya mencari, membangun dan menciptakan perdamaian Humanitas Islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain Budaya Islam adalah kedamaian fikiran dan hati Perekonomian Islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorangpun kelebihan gizi. Politik Islam berarti demokrasi sejati dan jujur Filosofi Islam adalah kesimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban azasi manusia Salam berarti perdamaian Islam berarti pembebasan menuju perdamaian Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yang penuh kedamaian bagi semua manusia. (Karya Emha Ainun Nadjib)
 | sejenak | Dec 26, '07 9:20 AM for everyone |
Marilah kita berdiri di atas sebuah dataran tinggi, memandang sesuatu dari segala sesuatu yang berada di sekeliling kita. Sejenak kita rasakan keutamaan kita. Kemudian pandanglah kita sebagai bagian daratan. Tatap lurus darat, laut terus sampai kita temui batas bumi pandangan kita. Pejamkan mata perlahan-lahan. Bayangkan kita bagian dari bumi. Bumi bagian tatasurya dengan pusat matahari. Matahari bintang bintang kita bagia dari galaksi. Galaksi bagian jagat raya. Bayangkan kita melihat bintang kecil yang besarnya jaug lebih besar dari bumi kita. Seandainya diatas bintang itu ada sepasang mata, maka tidak mungkin kita terlihat sebagai debu. Bayangkan ribuan bintang itu. Bandingkan dengan kita. Sungguh teramat sangat kecil sekali kita. Jika dihadapkan pada kenyataan ini, pantaskah kita bicara : ”I’m the Best”. Pantaskah kita sombong? Ternyata tidak. Kita ini apa? Apa milik kita...? Ya Allah Engkaulah yang Maha Besar. Kita sujud dan berdzikir
Berikut ini ada artikel asyik dari cak Nun, entah kesannya menyanjung ato apa, tapi insya allah mendewasakan....
From Sumenep To Singset Oriented by ; Emha Ainun Najib
Sudah diakui umum bahwa Madura lebih modern, lebih efesien, dan lebih memahami ilmu hemat, dibanding manusia modern sebelah mana pun di muka bumi ini. Setidak-tidaknya dalam soal-soal yang menyangkut tubuh kaum wanita. Bukankah legenda tentang seks wanita Madura hanya bisa ditandingi oleh sangat sedikit etnik lain? Kaum perempuan Madura, yang di-besarkan oleh kekeringan dan kekerasan lingkungan, bukan saja pakar jejamuan yang singset-oriented. Bukan saja sejak dari sono-nya memang dianugrahi katuranggan alias natural behavior yang istimewa di bidang seks. Bukan saja teknokrasi dan teknologi seksnya canggih, filosofi dan moralitas seksnya luhur, sehingga lahirlah etos carok. Lebih dari itu kebudayaan Madura telah matang untuk menyadari betapa wanita harus, dihemat. Unsur-unsur menyadari betapa wanita harus dihemat. Unsur-unsur wanita ada yang boleh go public, tapi ada yang hanya boleh go husband. Jangankan ada yang menyentuh, memandang saja pun sebaiknya--sikat! Clurit! Carok! Apa? Anti kekerasan? Non-Violence strunggle? Apa maksud Ente? Mengucurnya darah dari badan tidaklah ada artinya dibanding suatu bentuk kekejaman dan kekerasan nilai yang merontokkan harkat kemanusiaan. Apakah Ente lebih mengidentifikasikan diri ke 'badan manusia' dibanding 'kemanusiaan'? Bukankah kematian tubuh seorang pahlawan bisa kita relakan asalkan demi kehidupan dan kejayaan nilai kebenaran yang diyakini? Manusia disebut manusia karena kehormatannya. Kalau ada lelaki nguthak-uthek onderdil istri, yang terhina bukan hanya kehormatan istri atau wanita itu sendiri. Dan kalau kehormatan sudah direnggut, nilainya sama dengan kematian. So, carok itu sekedar mekanisme yang melaksanakan pemenuhan nilai kematian itu. Makanya di Pulau Madura jarang ada perkosaan: secara tradisional berlangsung kontrol moral sosial yang sangat ketat, dan itu pasti lebih baik dibanding komune seks bebas yang dibangga-banggakan oleh peradaban modern. Beda dengan di wilayah-wilayah Jawa, misalnya. Banyak terjadi pemerkosaan tidak terutama di kota-kota besar modern metropolitan, tapi justru di kampung, wilayah kabupaten, kecamatan atau desa. Lho, apakah masyarakat metropolitan lebih bermoral sehingga angka perkosaan rendah? Tidak. Di kota-kota besar perkosaan lelaki atas wanita tak perlu banyak terjadi, karena hubungan seks bisa dilakukan tanpa paksaan. Segala infrastruktur sosial ekonomi dan sosial budaya untuk demokrasi seks telah bersedia. 'Rekanan bisnis' tak terlalu sukar dicari, uang untuk nyewa motel ada, jenis-jenis kamar sewaan juga semakin canggih saja. Bahkan para pemilik modernitas telah pula menyiapkan dalih-dalih nilai yang luar biasa luhurnya untuk membela kebebasan dan hak asasi manusia, termasuk hak asasi manusia untuk menjadi hewan. Untuk apa memperkosa wong suami-istri buta huruf tentang di mana istrinya siang ini berada, juga istri-istri capek menyelediki apa yang dilakukan suaminya. Beda dengan para lelaki di daerah agraris atau sub-urban, terutama yang tidak suplus ekonominya. Mereka di-guyur iming-iming konsumtifisme seks yang sama dahsatnya dengan yang menimpa lapisan masyarakat di atasnya yang punya duit dan nilai "demokrasi bagian yang enak-enak". Tapi fasilitas yang mereka punya tidak sama. Jadi ya terpaksa yang mereka punya tidak sama. Jadi ya terpaksa menyelenggarakan perkosaan, kalau cenggur-nya ('kenceng nganggur'-nya) kelamaan. Kota-kota besar, masyarakat modern, peradaban metropolitan, telah memperlopori kesamarataan, globalisasi dan distribusi. Barang-barang kaum wanita yang sebenarnya bersifat privat, malah dipamerkan di etalase toko-toko, bahkan menjadi andalan komoditi utama sejumlah koran kuning. Bagaimana sih sebenarnya konsep privacy manusia dan kebudayaan modern? Padahal pemuda Sumenep itu bertahan lima tahun penuh untuk tidak seserpih pun menyingkap kain atau rok si gadis idaman yang toh kelak akan menjadi bagian dari privacy-nya. Lima tahun! Lima kali 365 hari! Beberapa jam itu? Berapa menit? Berapa detik? Hitunglah sendiri. Padahal jika kita memasuki atmosfer nafsu seks di depan bayangan aurat perempuan, menunggu lima menit saja pun serasa berhari-hari sengsara dalam keputusasaan. Tapi pemuda kita ini mempertahankan dengan penuh disiplin. Ya demi moral, demi akhlak, demi tidak dosa, demi sirik, tetepi juga sangat penting adalah demi supaya ia tidak mengalami rasa jenuh pasar terhadap si perawan. Ia memahami betul kapitalisme kenikmatan seks. Ia mengerti ilmu berhemat atas uarat wanita. Kalau dibuka-buka sejak sekarang, kalau diusap-usap tiap malam minggu, kalau di dusel-dusel kapan saja sempat: Kadar kenikmatan akan menurun drastis. Rasa penasaran, getaran-getaran esoterik, akan melorot tak ketulungan. Wanita menjadi murah harganya. Menjadi koden dan kacangan. Padahal kalau dihemat, setiap pori-pori tubuh sang kekasih adalah sorga. Setiap sentimeter kulitnya adalah telaga yang menakjubkan. Pemuda Sumenep kita ini bertahan sekian lama agar percintaan dan kemesraannya tidak mengalami prematur ejekulasi. Bukanlah anak-anak muda yang pacaran dengan cara menghabiskan jatah kenikmatan suami-istri sesungguhnya sedang merancang suatu ejukalasi dini yang karbitan secara psikologis maupun, bahkan, biologis? Saksikanlah, betapa dahsyatnya bulan madu malam pertama kisah From Sumenep with Love ini. Lima tahun si pemuda menahan diri. Prestasi tertingginya hanyalah memegang tangan si perawan, itupun dengan sangat gemetar dan ketakutan --betapa nikmatnya ketakutan!-- Tanyakan kepada semua pakar, bahwa dalam hal berpacaran, sepanjang menyangkut konteks biologis: ketakutan jauh lebih afdol dibanding keberanian. Memang jangan latas membayangkan Madura adalah semacam "Pulau Santri" di mana segala-galanya serba steril dari maksiat. Tapi yang penting pemuda Sumenep kita ini jangan sekali-sekali dibayangkan pernah nonton bareng, kencan malam minggu, apalagi SH alias saba hotel. Fantasi dan imajinasi saja. Lima tahun penuh fantasi dan imajinasi saja. Sehingga tatkala malam bulan madu tiba, jebollah dam itu! Tetapi si Sumenep kita cukup dingin: ia nikmati istrinya sedikit demi sedikit dan amat perlahan-lahan. Diinstruksikannya sang istri untuk membebaskan diri dari pakaiannya. Sekali lagi: sedikit demi sedikit dan amat perlahan-lahan. Slow motion. Kemudian sesudah 'demokrasi dan keterbukaan' sempurna, ia sutradarai sang istri untuk melakukan gerak keindahan. Seindah-indahnya. Ibarat lakon sandiwara, ini eksposisi. Baru kemudian memulai adegan konflik. Ia pandangi tubuh istrinya dengan penuh kekhusukan. Sedikit demi sedikit dan amat perlahan-lahan. Dari ujung rambutnya, keningnya, matanya, hidungnya, bibirnya, dagunya, lehernya, kemudian melompat-lompat sampai lengkap. Sampai akhirnya ia berhenti di 'pusat kebudayaan' yang lucu bentuknya dan misterius perangainya. Si Sumenep kita mungkin membayangkan hendak berburu di kedalaman hutan belantara yang eksositemnya masih amat perawan dan terpelihara itu. Wajahnya menegang, sorot matanya menjadi aneh, dan tiba-tiba saja satu tangannya menepuk 'pusat kebudayaan' itu sambil bergumam: "Alaa! kayak gini saja nunggu lima tahun!"[]
Asap rokok masih mengepul di mulutku. Kurasa badanku melayang-layang terus melayang hingga mencapai bulan. Dengan sisa-sisa tenaga kurebahkan tubuhku pada bukit bulan. Kemudian dengan pandanganku yang remang dan samar, kilihat seorang gadis menghampiriku. Dia sangat cantik dan kukira hanya orang bodoh dan gila yang tidak tertarik padanya. Bidadarikah ia? Oh....., dia semakin dekat denganku. Keanggunannya mengalahkan bidadariku yang selama ini kurindukan. Dia hentikan langkahnya setelah satu jengkal jaraknya dariku. Suara merdunya keluar pula. ”Apa yang kau cari anak muda? Aku, bulan, awan, atau tak satupun yang kucari”. Mulutku terasa berat untuk bicara, namun kupaksakan juga. Namun sebelum keluar jawabanku, gadis itu tersenyum lebar. Aku tersentak melihat taringnya yang tajam. Oh, mukanya berkerut, matanya memerah darah, jarinya mengeluarakan cakar besi, rambutnya, kakinya, badannya, dan keseluruhannya berubah menyeramkan. Senyumnya berubah menjadi tawa seram. Aku takut, aku mencoba lari walaupun kutahu itu tidak mungkin. Akhirnya badanku melayang-layang di bulan. Entah apa yang menggerakkannya. Gadis iblis itu mengejarku, sambil sesekali mengulur cakarnya ke wajahku........ Aku terus melayang. Tetapi gadis iblis itu lebih cepat lagi. Ketakutanku mengalami puncak ketika kutahu bulan tak lagi mampu menggerak-gerakkan aku. Kemana lagi kuharus lari. Gadis iblis tertawa lebar penuh kemenangan setelah tepat berada dihadapanku. Mataku terpejam setelah ayunan cakarnya mengarah dadaku. Dan akhirnya, cakarnya melukai kekujur tubuhku. Aku bermandikan darah sambil berteriak-teriak tajam penuh kesakitan. Tiba-tiba segumpal api mengahantam tubuh iblis itu hingga terpental. Kuberlari lagi dengan tenagaku sendiri. Sementara itu darah menyirami bagian-bagian bulan laksana hujan. Hujan darah itu berasal dariku. Aku menangis dengan air mata darah. Dan itu lagi walaupun tubuhnya terbakar. Menarik kakiku dan melumatkan tubuhku pada apia, terus dan terus. Betapa tersiksanya aku. Darahku gosong namun lebih deras lagi menyiram bulan. Aku tak kuat lagi berteriak, mungkin pita suaraku telah pula menjadi darah. Yang kulakukan hanya menangis tanpa suara. Dengan tenaga ghaib kulontarkan tubuhku, jatuh terus, tersungkur dan tersingkir dari bulan hingga akhirnya kutemui bumi. Aku lihat darahku hitam di bulan dan kulihat akhinya iblis itu pun gosong. Jika kamu lihat kehitaman di bulan, itulah darahku yang gosong. Hingga aku kemudian.......
hari ini aku barusan dari respsi pernikahan teman SMA + reuni juga sih... ahhhhhhhhhh.....aku males mendeskripsikannya panjang lebar, apalagi mengarang indah, badmood, dingin, diluar masih hujan pisan......... mudah2an hanya dgn sedikit kata, bisa bergudang makna...
 | Go Go Go | Dec 10, '07 10:35 AM for everyone |
sekarang aku punya blog, ni hanya ngetes nulis aja selamat menikmati
| |