sebuah pencarian...

ReviewReviewReviewReviewReviewDijual Sayang.....Mar 29, '08 12:04 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:bankroma
Kali ini aku gak mereview satu buku pun, namun............yang sedang terjadi adalah........., perang batin yang sedang berkecamuk dalam tubuhku.......,
yaah, mungkin hanya sekedar salah satu episode atau skenario hidup yang entah kenapa kali ini aku gak bisa menjadikan diri saya sebagai sutradara handal yang bebas menentukan berbagai macam pilihan alur cerita kehidupanku. Untuk kali ini betul-betul suatu pilihan yang dilematis......:
"Kalo kamu emang betul-betul butuh uang, kenapa gak kamu jual aja buku-bukumu itu..??", demikianlah bisik setan ato entah spesies iblis yang manakah yg saat ini istiqomah bersemayam dalam kepalaku.
Kemudian kutanya Dia : "Gak ada pilihan lagi kah..??" , kutanya demikian singkatnya, karena kutahu betapa jeniusnya ia, hingga seringkali aku menuruti keinginannya meskipun itu mengabaikan nuraniku..
"Yaa...tentu saja, gara-gara buku itu kamu jadi seperti ini, uang yang seharusnya bisa kamu alokasikan sebaik-baiknya untuk program perbaikan gizi tubuh, fitness, nraktir teman karaoke-an, nongkrong di cofeecorner, istiqomah ngisap Dji Sam Soe, up grade penampilan, malah kamu belanjakan untuk beli buku-buku yang kini jadi udah kian usang aja, sekarang kamu ngrasakan sendiri akibatnya kan, saat kamu butuh teman-temanmu agar bisa bantu kamu menyelesaikan Tugas Perancangan kuliahmu, mereka malah menjauhimuu...apalagi saat ini kamu butuh tambahan uang....he...he...jangan harap kamu dapat pinjeman duit dari mereka....., kamu egois, kamu terlalu lama larut dengan buku-buku busukmu, kamu gak pernah punya waktu sedikitpun dengan teman-temanmu, apalagi sesekali punya keinginan nraktir kesenangan buat mereka.........", tak terhentikan serangannya padaku
...................................................................
..................................................................
.............
............
kutatap sesekali buku-buku itu, berbagai kenangan terbersit sekilas seolah mereka memelas padaku. Ada manajemen SDM, filsafat, psikologi, novel Ayat-ayat Cinta pemberian langsung sang penulisnya 2 tahun yang lalu di WTC, buku ESQ-nya Ari Ginanjar yang ditanda-tangani pak Muhammad Nuh pas dulu ikut training, buku puisi pemberian penggemar, ada karya-karyanya Gus Mus, Emha Ainun Najib yang sering aku dalami, Chairil Anwar, Rendra, Najib Kailani, Jalaluddin Rumi, Ahmed Deedad, Najib Mahfoudz, buku komunikasi, periklanan, sejarah, Negara Kertagama, tentang Ahmedinejad, De Peci Code yang menghibur, Gatoloco, Sabdopalon Nayanggengong.............................memelas, memelas, memelas, dan terdengar jelas mereka serempak berkata dan berteriak : "JANGAN JUAL AKU.......!!!!!!"

Namun akhirnya aku hanya bisa..............
.....................................
....................................
...................
..................
........

29032008.txtby.bankroma






ReviewReviewReviewReviewReviewGajah MadaJan 3, '08 3:23 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Langit Kresna Hariadi
Wow....., buku ini betul2 membawaku berkee..lanaa..(roma irama mode ON) ke alam lampau, dimana kebesaran majapahit masih terlihat jelas kebesarannya. Bayangin aja, saat itu kan masih belum ada teknologi perang yang canggih, apalagi yang namanya "sms" (kalo uda ada mungkin kita akan mewarisi "lagu sms" kaleee... ) ni kerajaan Majapahit udah bisa nguasai yang sebagian besar Nusantara termasuk tumasek/singapura . Tapi di buku ini gak mengutarakan sisi kesejarahan yang sistematis, sebagaimana diajarkan di sekolah-sekolah dulu, namun dengan polesan fiksi yang begitu hebatnya ditampilkan oleh Langit Kresna, sang penulis, membuat buku ini betul-betul layak ditempatkan pada rute eksplorasi imajinasi Anda berikutnya. Ending kisah di buku ini betul-betul membuat aku tersentak dan berteriak: Woo..ooWW..!! (saya biasanya mengakhiri baca/novel dengan kata: Halah..ngene thok!!), saya rasa ini gak kalah menariknya dari kisah "Taiko" atau "Mushashi" nya Eiji Yoshikawa.Sejumlah pesan pembelajaran dan kearifan bisa kita petik melalui buku ini, sebagaimana kata pengantar penerbit buku ini; Sejarah adalah guru kehidupan. Ini masih buku pertama dengan ketebalan 580 halaman, dan masih bersambung ke buku berikutnya, katanya sih masih ada 5 buku serial Gajah Mada lagi, hingga akhinrnya.....tak terasa besok pagi uda UAS, sialnya hingga sekarang aku masih belum punya jadwal UJiii...AnnN...COK (sory, refleks mode ON). Aku bingung nih..., mo baca lanjutannya apa belajar buat UAS besok ya..?!!.
(dan akhirnya dengan penuh kearifan dan kebijaksanaannya, saya putuskan untuk melayani Gusti Allah, yakni tidur..sepuasnya.., sebagai satu mekanisme yang harus saya jalani untuk harus selalu menjaga amanah tubuh ini dengan sebaik-baiknya)

sby030108txtbybankroma08175022498


ReviewReviewReviewReviewReviewKafir LiberalJan 3, '08 3:18 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Emha Ainun Najib
Kafir Liberal

Takziah Paus Nih Yee…
Karena sejak beberapa hari sebelum Paus meninggal Kiai Kanjeng berada di Roma (Vatikan terletak di dalam kota Roma), Cak Nun diserbu berbagai pertanyaan yang aneh-aneh bahkan naif dan absurd, juga gugatan. Berikut ini beberapa tanya jawab, baik melalui wawancara jarak jauh, telepon maupun SMS.
“Kan Cak Nun termasuk tokoh Islam, kenapa berada di Vatikan pusatnya Katholik?”. Cak Nun menjawab: “Dulu Nabi Muhammad adalah muslim sendirian di tengah masyarakat yang seluruhnya kafir. Sedangkan umat Katholik adlah manusia ber-Tuhan, bukan kafir”.
SMS dari seorang Kiai berbunyi: “Takziah ke Paus nih yee…”. Dijawab: “Saya sedang menghormati mahluk bikinan Allah. Kalau mahluk-Nya tak saya hormati nanti Penciptanya tersinggung”.
“Bagaimana hukumnya berada di tengah-tengah kerumunan massa layatan Paus?”. Dijawab: “Kan di kampung siapa saja yang meninggal kita biasanya melayat juga. Bahkan jika seekor anjing mati, kita menghormatinya juga”.
“Kok sampai Kiai Kanjeng menciptakan aransemen musik untuk suasana kematian Paus, bahkan Cak Nun membikin puisi khusus?”. Cak Nun menjawab: “Batu di dasar sungai saja bisa mengilhami lahirnya lagu. Di dalam Al Quran Tuhan menyuruh ta’arruf atau saling kenal dan apresiasi diantara manusia. Perintahnya diawali dengan Ya ayyuhannas, wahai manusia, bukan hanya Ya ayyuhalladzina amanu atau wahai orang beriman…”.

Tu diatas adalah petikan paragraf dari buku KAFIR LIBERAL tulisan dari Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Sebuah buku yang membahas tentang pluralisme beragama. Saya termasuk orang yang setuju akan pluralisme beragama. Menurut saya saling menghormati antar pemeluk agama yang berbeda itu sangat perlu. Pemeluk agama lain juga ciptaan Allah SWT, sudah selayaknya saya menghormati ciptaanNya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk pendukung pluralisme beragama?


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help