sebuah pencarian...

bank roma's posts with tag: imajinasi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag imajinasi
ReviewReviewReviewReviewReviewGajah MadaJan 3, '08 3:23 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Langit Kresna Hariadi
Wow....., buku ini betul2 membawaku berkee..lanaa..(roma irama mode ON) ke alam lampau, dimana kebesaran majapahit masih terlihat jelas kebesarannya. Bayangin aja, saat itu kan masih belum ada teknologi perang yang canggih, apalagi yang namanya "sms" (kalo uda ada mungkin kita akan mewarisi "lagu sms" kaleee... ) ni kerajaan Majapahit udah bisa nguasai yang sebagian besar Nusantara termasuk tumasek/singapura . Tapi di buku ini gak mengutarakan sisi kesejarahan yang sistematis, sebagaimana diajarkan di sekolah-sekolah dulu, namun dengan polesan fiksi yang begitu hebatnya ditampilkan oleh Langit Kresna, sang penulis, membuat buku ini betul-betul layak ditempatkan pada rute eksplorasi imajinasi Anda berikutnya. Ending kisah di buku ini betul-betul membuat aku tersentak dan berteriak: Woo..ooWW..!! (saya biasanya mengakhiri baca/novel dengan kata: Halah..ngene thok!!), saya rasa ini gak kalah menariknya dari kisah "Taiko" atau "Mushashi" nya Eiji Yoshikawa.Sejumlah pesan pembelajaran dan kearifan bisa kita petik melalui buku ini, sebagaimana kata pengantar penerbit buku ini; Sejarah adalah guru kehidupan. Ini masih buku pertama dengan ketebalan 580 halaman, dan masih bersambung ke buku berikutnya, katanya sih masih ada 5 buku serial Gajah Mada lagi, hingga akhinrnya.....tak terasa besok pagi uda UAS, sialnya hingga sekarang aku masih belum punya jadwal UJiii...AnnN...COK (sory, refleks mode ON). Aku bingung nih..., mo baca lanjutannya apa belajar buat UAS besok ya..?!!.
(dan akhirnya dengan penuh kearifan dan kebijaksanaannya, saya putuskan untuk melayani Gusti Allah, yakni tidur..sepuasnya.., sebagai satu mekanisme yang harus saya jalani untuk harus selalu menjaga amanah tubuh ini dengan sebaik-baiknya)

sby030108txtbybankroma08175022498


Blog EntryTahukah Noda Kehitaman Bulan???Dec 26, '07 9:03 AM
for everyone

Asap rokok masih mengepul di mulutku. Kurasa badanku melayang-layang terus melayang hingga mencapai bulan. Dengan sisa-sisa tenaga kurebahkan tubuhku pada bukit bulan. Kemudian dengan pandanganku yang remang dan samar, kilihat seorang gadis menghampiriku. Dia sangat cantik dan kukira hanya orang bodoh dan gila yang tidak tertarik padanya. Bidadarikah ia? Oh....., dia semakin dekat denganku. Keanggunannya mengalahkan bidadariku yang selama ini kurindukan. Dia hentikan langkahnya setelah satu jengkal jaraknya dariku. Suara merdunya keluar pula.

”Apa yang kau cari anak muda? Aku, bulan, awan, atau tak satupun yang kucari”.

Mulutku terasa berat untuk bicara, namun kupaksakan juga. Namun sebelum keluar jawabanku, gadis itu tersenyum lebar. Aku tersentak melihat taringnya yang tajam. Oh, mukanya berkerut, matanya memerah darah, jarinya mengeluarakan cakar besi, rambutnya, kakinya, badannya, dan keseluruhannya berubah menyeramkan. Senyumnya berubah menjadi tawa seram. Aku takut, aku mencoba lari walaupun kutahu itu tidak mungkin. Akhirnya badanku melayang-layang di bulan. Entah apa yang menggerakkannya. Gadis iblis itu mengejarku, sambil sesekali mengulur cakarnya ke wajahku........

Aku terus melayang. Tetapi gadis iblis itu lebih cepat lagi. Ketakutanku mengalami puncak ketika kutahu bulan tak lagi mampu menggerak-gerakkan aku. Kemana lagi kuharus lari.

Gadis iblis tertawa lebar penuh kemenangan setelah tepat berada dihadapanku. Mataku terpejam setelah ayunan cakarnya mengarah dadaku. Dan akhirnya, cakarnya melukai kekujur tubuhku. Aku bermandikan darah sambil berteriak-teriak tajam penuh kesakitan. Tiba-tiba segumpal api mengahantam tubuh iblis itu hingga terpental. Kuberlari lagi dengan tenagaku sendiri. Sementara itu darah menyirami bagian-bagian bulan laksana hujan. Hujan darah itu berasal dariku. Aku menangis dengan air mata darah. Dan itu lagi walaupun tubuhnya terbakar. Menarik kakiku dan melumatkan tubuhku pada apia, terus dan terus. Betapa tersiksanya aku. Darahku gosong namun lebih deras lagi menyiram bulan. Aku tak kuat lagi berteriak, mungkin pita suaraku telah pula menjadi darah. Yang kulakukan hanya menangis tanpa suara. Dengan tenaga ghaib kulontarkan tubuhku, jatuh terus, tersungkur dan tersingkir dari bulan hingga akhirnya kutemui bumi. Aku lihat darahku hitam di bulan dan kulihat akhinya iblis itu pun gosong.

Jika kamu lihat kehitaman di bulan, itulah darahku yang gosong. Hingga aku kemudian.......


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help